MTQ Ke-21 Banjarbaru Diikuti 168 Peserta, Wali Kota Tegaskan Penilaian Harus Objektif
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-21 tingkat Kota Banjarbaru harus berlangsung secara jujur dan profesional.
Ia meminta dewan hakim memberikan penilaian sesuai kemampuan peserta, tanpa intervensi maupun titipan pihak tertentu.
Penegasan itu disampaikan Lisa saat membuka MTQ ke-21 tingkat Kota Banjarbaru di Gedung Bina Satria, Selasa (13/10/2026) malam. Kompetisi keagamaan tersebut berlangsung pada 14 hingga 17 Oktober 2026.
Lisa mengingatkan, kemenangan bukan satu-satunya tujuan dalam perlombaan. Menurutnya, peserta yang tampil baik harus memperoleh nilai sesuai kemampuannya, begitu pula peserta yang masih memiliki kekurangan.
“Saya tidak mau dengar itu, di Banjarbaru tidak boleh seperti itu. Nilai apa adanya, kalau bagus kasih nilai bagus, kalau kurang tolong disesuaikan penilainya,” tegasnya.
Ia berharap MTQ tidak sekadar menjadi ajang kompetisi membaca Alquran, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kitab suci.
Menurut Lisa, pembinaan Alquran perlu terus diperkuat di tengah perkembangan teknologi, yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak.
Baca Juga: Perbaikan Pipa Rampung, BPAM Banjarbakula Kejar Pemulihan Suplai Air Baku
Baca Juga: Kunjungi Pemko Banjarbaru, Siswa SMA Negeri 5 Taruna Brawijaya Dapat Motivasi Pendidikan
Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai, agar anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar agama dan memperdalam pemahaman Alquran.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Banjarbaru, Ustaz Hendri Atmaja, menyampaikan MTQ tahun ini mengusung pembinaan peserta yang berasal dari warga berdomisili di Banjarbaru.
Menurut Hendri, kegiatan tersebut diikuti 212 anggota kafilah, dengan 168 peserta yang berlaga pada delapan cabang perlombaan.
LPTQ Banjarbaru juga berupaya memperluas penjaringan peserta potensial melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan formal maupun nonformal.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani, yang dapat berprestasi hingga tingkat provinsi dan nasional.