Meski hasil di lintasan tidak selalu bisa dipastikan, Pavesio menilai perkembangan Guevara sejauh ini sesuai dengan harapan tim.

“Kalian tahu bahwa setiap rencana bisa saja memberikan hasil sesuai harapan atau tidak. Namun, dalam kasus ini, rencana kami berjalan seperti yang kami harapkan,” ujar Pavesio.

Promosi Guevara juga memperlihatkan peran program BLU CRU dalam strategi Yamaha untuk membangun masa depan balap motor. 

Melalui program tersebut, Yamaha ingin membuka jalur bagi pebalap muda untuk berkembang hingga berpeluang tampil di kelas tertinggi. 

Pavesio mengatakan, tanggung jawab Yamaha sebagai pabrikan tidak hanya berkaitan dengan persaingan di level teratas. 

Yamaha juga ingin menumbuhkan minat terhadap balap motor dan memberi kesempatan kepada talenta muda dari berbagai negara. 

“Kami menyebut program ini BLU CRU dan saya sangat percaya bahwa peran perusahaan besar seperti Yamaha bukan hanya membangun dan menjalankan program papan atas, tetapi juga terlibat dengan pebalap muda, membangkitkan gairah, serta menumbuhkan kecintaan terhadap balap motor di seluruh dunia,” kata Pavesio.

Kerja sama dengan Pramac menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Yamaha ingin membangun tim yang tetap kompetitif sekaligus berfungsi sebagai tempat pengembangan pebalap masa depan. 

“Ketika kami melihat cara baru untuk berkiprah di MotoGP, kami ingin membangun tim ini bersama Pramac, yang memiliki peran penting dalam mengembangkan talenta masa depan. Saya sangat senang karena kami juga berjuang untuk kejuaraan, tetapi peran utama kami di Moto2 adalah mengembangkan bakat,” ujarnya. (Wartabanjar.com)