Marc Marquez Tetap Senang Finis Keenam di MotoGP Indonesia 2026
WARTABANJAR.COM - Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mengakui finis di posisi keenam pada MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika, Minggu (11/10/2026), sebagai hasil yang melampaui ekspektasi awalnya.
Pembalap Spanyol itu mengaku puas karena mampu membatasi kehilangan poin dalam persaingan gelar juara dunia, meski kesulitan mempertahankan kecepatan pada paruh kedua balapan.
Hasil tersebut terasa penting bagi Marquez, karena Mandalika selama ini menjadi salah satu sirkuit tersulit baginya.
Sejak 2022, ia selalu gagal menyelesaikan balapan utama MotoGP Indonesia di lintasan tersebut.
Tren itu akhirnya terhenti pada musim 2026. Setelah memenangi sprint race pada Sabtu (10/10/2026), Marquez hanya mampu menuntaskan balapan utama di posisi keenam bersama Ducati pabrikan.
Kemenangan Marco Bezzecchi dan finis ketiga Jorge Martin, membuat persaingan di papan atas klasemen tetap ketat.
Marquez mengakhiri akhir pekan di Indonesia dengan selisih dua poin dari Martin, sama seperti saat ia memulai rangkaian balapan.
Marquez mengungkapkan bahwa hasil tersebut sudah lebih dari cukup, jika melihat perkiraannya sebelum akhir pekan balapan dimulai.
Baca Juga: Di MotoGP Indonesia 2026 Marco Bezzecchi Jadi Rider Ke-300 Italia Naik Podium Pertama
Baca Juga: Acungkan Jari Tengah di MotoGP Indonesia 2026, Alex Rins Diancam Pembunuhan
“Pada Kamis, jika seseorang mengatakan kepada saya bahwa sepanjang akhir pekan saya hanya kehilangan tiga poin dari Marco Bezzecchi dan menyamai poin Martin, itu adalah sebuah impian. Dan kami berhasil mencapainya di sirkuit terburuk bagi kami,” kata Marquez dilansir dari Crash.
Ia menilai timnya menjalani akhir pekan yang konsisten, meski performanya pada balapan utama tidak sekuat saat sprint race.
“Kami menjalani akhir pekan yang hebat dan mampu tampil konsisten sepanjang akhir pekan. Memang benar, pada balapan kami mengalami banyak kesulitan, terutama di bagian kedua. Namun, saya senang dengan hasil akhir pekan ini,” ujarnya.
Salah satu kendala utama Marquez adalah penurunan daya cengkeram ban belakang yang cukup drastis. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan menjaga kecepatan untuk bersaing memperebutkan podium.