Saham BYAN Langsung Melejit, RKAB PT Bayan Resources Terbit
Kendati demikian, pemerintah akhirnya mengesahkan kuota di angka sekitar 38 juta ton --angka yang lebih rendah ketimbang permohonan awal di level 80 juta ton.
Sebagai catatan pembanding, realisasi produksi BYAN sepanjang 2025 lalu sukses menyentuh 68 juta ton, atau mengalami lonjakan sebesar 19,5 persen jika dikomparasikan dengan pencapaian tahun 2024.
Dari kalkulasi bisnis, efisiensi tetap dijaga ketat lewat perkiraan biaya produksi (cash cost) berkisar di angka US$36-US$42 per ton dengan rasio kupas atau stripping ratio pada level 4,8–5,2 kali.
Sementara itu, harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) diproyeksikan berada di kisaran US$46-US$48 per ton, terkoreksi dari realisasi tahun 2024 yang bertengger di posisi US$61,3 per ton. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)