Pemilik Kebun di Loktabat Utara Banjarbaru Berjaga, Api Karhutla Bisa 'Melompat' Puluhan Meter
“Kalau tanaman kita mau terbakar, ya kita amankan. Daripada terbakar kan sayang. Kita mengharapkan dari kebun,” katanya.
Ia menyebut sebagian tanaman milik warga sudah terdampak kebakaran.
Meski kerugian yang dialaminya belum terlalu besar, Suyatno mengaku tetap khawatir karena modal untuk kembali menanam tidak sedikit.
“Belum banyak yang kena. Ada di sana sudah habis. Cuma perlu modal juga. Modalnya mau terbakar juga, habis,” ujarnya.
Suyatno juga mengatakan sejauh ini belum menerima bantuan pemerintah untuk mengganti atau membantu kerugian pekebun yang terdampak.
“Enggak ada,” katanya singkat.
Di tengah ancaman karhutla, Suyatno berharap keberadaan para pekebun di sekitar kawasan rawan kebakaran juga mendapat perhatian.
Menurutnya, warga selama ini turut berupaya menjaga lingkungan dan membantu pemadaman ketika api mendekati kebun.
Ia menambahkan, pada Jumat pagi dirinya sempat meminta bantuan untuk menangani api yang mulai mendekati area perkebunan.
Namun, kondisi kemudian relatif aman setelah bagian lahan yang terbakar berhasil ditangani.
“Sekarang sudah aman. Kayaknya sudah terbakar semua di bagian itu,” katanya.
Suyatno berharap penanganan karhutla dapat terus dilakukan secara bersama-sama agar api tidak meluas, terutama di kawasan yang memiliki lahan gambut dan berdekatan dengan kebun serta permukiman warga.
Bagi para pekebun seperti Suyatno, menjaga api bukan hanya soal mencegah kebakaran meluas, tetapi juga mempertahankan tanaman yang menjadi sumber penghidupan mereka.(wartabanjar.com)