BPOM Investigasi Misteri Skin Booster Berbahan "Kulit Mayat"
Secara teknis, hADM merupakan matriks jaringan kulit manusia yang diolah melalui prosedur pemurnian dan sterilisasi ketat.
Proses ini bertujuan untuk membuang komponen seluler yang dapat memicu reaksi imunologi pada penerimanya.
Terkait peredarannya, anny menegaskan setiap produk estetika medis berbahan baku jaringan donor manusia, harus memenuhi tahapan regulasi serta uji klinis sebelum dipasarkan.
Skin booster yang disebut menggunakan bahan dari tubuh orang yang telah meninggal dunia tengah ramai diperbincangkan.
Perawatan tersebut diketahui merujuk pada Elravie Re2O, produk injeksi anti-aging asal Korea Selatan yang menggunakan jaringan kulit manusia dari donor yang telah meninggal dunia.
Dikutip dari laman Metro, secara sederhana, mantan dokter unit gawat darurat yang kini menjadi praktisi estetika, Dr Taylor-Davies menjelaskan bahwa bahan tersebut berasal dari jaringan kulit donor yang telah meninggal dunia dan telah memberikan persetujuan untuk penggunaan jaringannya.
Jaringan tersebut kemudian diproses untuk menghilangkan sel dan materi genetik donor, sementara protein struktural seperti kolagen dan elastin tetap dipertahankan.
Setelah itu, jaringan dimurnikan, disterilkan, dan diolah menjadi partikel berukuran sangat kecil yang dapat digunakan melalui injeksi.
Dalam istilah medis, bahan tersebut disebut processed human dermal matrix.
Istilah ini dinilai lebih tepat untuk menggambarkan bahan yang digunakan dibandingkan menyebutnya sebagai "kolagen dari tubuh orang yang telah meninggal". (wartabanjar.com/berbagai sumber)