WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Gala Siswa Indonesia (GSI) Provinsi Kalimantan Selatan 2026 selesai digelar di Kota Banjarbaru.

Selama empat hari, 10-13 September 2026, para pelajar SMP sederajat dari delapan kabupaten/kota menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam kompetisi sepak bola.

Rangkaian pertandingan resmi berakhir, Minggu (13/9/2026), dengan partai final kategori putra yang berlangsung sengit di Lapangan Murjani.

Ketua Panitia GSI Kalsel 2026, Ramadhan Arifin, M.Pd, mengatakan pelaksanaan kegiatan secara umum berjalan lancar dan aman sejak pertandingan pertama.

Baca juga: 127 Tim Serbu Box Arena Banjarbaru, 578 Pebasket Adu Gengsi di 3x3 Basketball Competition 2026

Baca juga: SMAN 8 Barabai Tantang Juara Bertahan SMAN 3 di Final Kapolres HST Cup 2026

Peserta dibagi dalam dua grup dengan menggunakan sistem setengah kompetisi.

Grup A diisi Kabupaten Tanah Bumbu, Kota Banjarbaru, Kota Banjarmasin dan Kabupaten Tanah Laut.

Sedangkan Grup B terdiri atas Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara dan Kotabaru.

Menurut Ramadhan, salah satu tantangan selama pelaksanaan pertandingan adalah kondisi cuaca yang cukup panas akibat musim kemarau. 

“Lapangan berdebu karena cuaca dan musim kemarau,” katanya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat peserta untuk bertanding.

Antusiasme juga datang dari para orangtua, guru PJOK serta jajaran Dinas Pendidikan yang turut menyaksikan dan memberikan dukungan kepada para pelajar.

Ramadhan menegaskan, GSI tidak semata-mata menjadi ajang perebutan kemenangan. 

Kompetisi tersebut juga menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bakat sepak bola pelajar sejak usia SMP.

Bahkan, dari rangkaian kegiatan tersebut akan dipilih tujuh pemain yang nantinya dikirim untuk mengikuti proses pemantauan di tingkat nasional di Jakarta.

“Setelah ini ada tujuh pemain yang dikirim ke nasional untuk dilihat di Kementerian Dikdasmen di Jakarta,” jelasnya.

Selain kategori putra, GSI Kalsel 2026 juga menghadirkan pertandingan kategori putri.

Namun, kategori putri hanya diikuti dua tim yang kemudian dipertandingkan dalam satu laga.

Ramadhan berharap keberlanjutan kegiatan seperti GSI mendapat dukungan lebih besar dari pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan kabupaten/kota.