Bagi sang perupa, pameran tersebut juga menjadi bagian dari upaya merawat ingatan tentang tokoh dan kebudayaan Banua melalui karya seni. 

Sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban moral seorang perupa terhadap karya-karya yang telah diciptakan dan gagasan yang ingin disampaikan kepada masyarakat. (Wartabanjar.com/MC Kalsel/*)