Tema tersebut tidak hanya menggambarkan intan sebagai salah satu ikon Kalimantan Selatan, tetapi juga dimaknai sebagai representasi tokoh-tokoh penting yang menjadi “permata” Banua.

Salah satu ikon utama dalam pameran tersebut adalah sosok Datu Kalampayan atau Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. 

Menurut Muslim, tokoh tersebut dipilih sebagai representasi “permata Banua” dalam bidang keilmuan.

“Pemilihan tajuk ‘Intan Banua’ diambil dari salah satu ikon karya yang mengangkat sosok Datu Kalampayan (Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari), yang dianggap sebagai permata ilmu pengetahuan Banua,” jelas Muslim Anang.

Ia mengatakan, Datu Kalampayan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan keilmuan Islam. Karya-karya tulisnya tersebar luas hingga berbagai wilayah dan menjadikannya salah satu tokoh penting dalam sejarah keilmuan Banua.

“Sebenarnya ada beberapa lukisan yang jadi ikon, tetapi kita mengangkat Datu Kalampayan. Karena Datu Kalampayan ini dilambangkan sebagai permata Banua dari keilmuan sidin (beliau),” ujarnya.

Dalam proses penciptaan lukisan tersebut, Muslim Anang Abdullah melakukan penelusuran terhadap berbagai sumber, termasuk tulisan-tulisan dan kitab karya Datu Kalampayan. 

Ia juga menggunakan sejumlah referensi visual untuk membangun gambaran mengenai sosok yang dituangkannya ke dalam kanvas.

“Waktu melukis sidin, kita pelajari dari tulisan-tulisan beliau. Selain itu, kita juga mencari referensi di Google dan media sosial, sehingga kita bisa membayangkan bagaimana wajahnya dari referensi yang kita dapat, dan jadilah lukisan yang kita pamerkan hari ini,” imbuhnya.

Pameran tunggal tersebut menampilkan lebih dari 40 karya yang terdiri atas lukisan terbaru yang dibuat pada 2026 serta sejumlah karya lama dari 2018. 

Selain Datu Kalampayan, Muslim juga menghadirkan potret sejumlah tokoh budaya, ulama, dan tokoh nasional, di antaranya Abah Guru Sekumpul, Agus Salim, serta tokoh inspiratif lainnya.

Melalui pameran ini, Muslim berharap masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar, dapat mengenal lebih dekat sosok para ulama dan tokoh Banua serta mengambil keteladanan dari perjalanan hidup mereka.