WARTABANJAR.COM - Peringatan dini banjir rob diakibatkan adanya fase bulan baru pada Jumat, 11 September 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum. 

Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir (rob) berpotensi terjadi di pesisir wilayah Kalimantan Selatan. 

Masyarakat pesisir pantai diimbau agar selalu waspada untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut dan fenomena banjir pesisir (rob).

Pasang maksimum berpotensi terjadi di wilayah Perairan Muara Sungai Barito pada tanggal 10 – 13 September 2026 pukul 06.00 - 07.00 WITA dengan ketinggian maksimun mencapai 2.5 meter. 

Kemudian pada 14 - 17 September 2026 pukul 19.00 - 21.00 WITA dengan ketinggian maksimum mencapai 2.7 meter. 

Baca Juga PLN Kembali Umumkan Pemadaman Listrik di Kota Banjarmasin

Baca Juga: Peringatan Dini Kekeringan di Kalsel, Banjarmasin dan Banjarbaru Status Awas

Adapun wilayah berpotensi terdampak:
Pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu
Sumber info pasang surut. 

Hal ini berdampak pada keseharian masyarakat dan transportasi di sekitar
pelabuhan dan pesisir, seperti kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat.

Banjir rob adalah peristiwa masuknya air laut ke daratan akibat naiknya permukaan laut  terutama saat fase pasang maksimum, baik karena pasang, badai, maupun perubahan iklim. 

Jenis banjir ini sering terjadi di kawasan pesisir dan biasanya bersifat berkala, namun dalam beberapa kasus bisa menjadi permanen karena faktor lingkungan dan perubahan iklim. 

Berbeda dengan banjir akibat hujan atau luapan sungai, rob berasal langsung dari air laut. Berikut penyebab banjir rob :

a. Pasang Laut (Tidal Flooding)

Naiknya permukaan air laut karena gravitasi bulan dan matahari adalah penyebab alami utama banjir rob. Ketika pasang laut mencapai titik tertinggi—terutama saat bulan purnama atau perigee (jarak terdekat bulan ke bumi)—air laut bisa meluap ke daratan, terutama di daerah pesisir yang rendah.

b. Perubahan Iklim dan Kenaikan Muka Air Laut