Diauddin mengatakan, Gibran menilai penanganan di Kalsel sudah berjalan lebih baik dibandingkan daerah kabupaten tetangga.

”Dan mudah-mudahan kata beliau dalam waktu dekat ini bisa selesai,” tuturnya.

Dalam kunjungan itu, Gibran juga menilai RSD Idaman sudah layak untuk meningkatkan kelas rumah sakit.

“Dan salah satu arahannya mungkin dia minta rumah sakit naik kelas. Katanya sudah pantas nih naik kelas rumah sakit Idaman itu,” ucapnya sambil tertawa.

Sementara itu, Direktur RSD Idaman Banjarbaru dr Danny Indrawardhana mengatakan, penanganan pasien ISPA di rumah sakit tersebut sejauh ini masih terkendali.

Kasus ISPA yang membutuhkan rawat inap memang meningkat dalam beberapa pekan terakhir, namun tidak disertai pemberatan kondisi pasien yang signifikan.

“Sejauh ini alhamdulillah meskipun kasusnya ada, dan sejak minggu ke-29 sampai minggu ke-34 tadi lumayan banyak begitu, namun alhamdulillah kita bisa kendalikan ya,” jelasnya.

Tim dokter pun, lanjutnya, juga terus memberikan penanganan sesuai kondisi pasien, termasuk pemenuhan kebutuhan cairan, obat-obatan hingga oksigen.

“Tim dokter kami bekerja dengan maksimal. Kemudian pasien tidak ada pemberatan yang signifikan sebenarnya,” katanya.

Danny menyebut, saat kunjungan Wapres terdapat lima pasien ISPA yang menjalani rawat inap di RSD Idaman.

“Di sini kalau untuk total kasus yang sampai rawat inap ada lima orang, empat orang yang tadi dikunjungi oleh Pak Wapres,” ungkapnya.

Menurut Danny, perhatian Wapres Gibran juga diarahkan pada penanganan pasien anak satu sampai sembilan tahun, karena kelompok tersebut cukup banyak menjalani perawatan akibat ISPA.

“Tadi beliau sih sebenarnya yang penting adalah kami bisa menangani dengan sebaik-baiknya begitu. Jadi lebih banyak atensinya agar kita memperhatikan itu untuk penanganannya,” pungkasnya. (wartabanjar.com)