Sebaliknya, bukaannya bisa dipersempit sampai f/4 supaya orang-orang di barisan belakang foto grup ikut tajam. 

Pengguna yang mau mengatur sendiri bisa memilih empat setelan bukaan lewat aplikasi Kamera.

Fitur baru bernama Pro controls mengumpulkan setelan manual dalam satu tempat, mulai dari kecepatan rana, white balance, sampai histogram untuk mengecek tingkat pencahayaan.

Selain kamera utama, ada kamera 48 MP Fusion Ultra Wide dan 48 MP Fusion Telephoto. 

Pilihan zoom optiknya 0,5x, 1x, 2x, 4x, dan 8x. Kamera depannya 18 MP Center Stage, dan kemampuan videonya sampai 4K 120 fps dalam format Dolby Vision. 

Kedua model memakai chip baru, A20 Pro yang dibuat dengan teknologi 2 nanometer. GPU tujuh intinya diklaim 40 persen lebih kencang dibanding A19 Pro. 

Neural Engine-nya kini ada dua, masing-masing 16 inti, dengan daya olah AI dua kali lipat. 

Apple juga melengkapi dengan vapor chamber generasi baru yang luas permukaannya tiga kali lipat dibanding milik iPhone 17 Pro. 

Hasilnya, performa yang bisa dipertahankan diklaim naik sampai 40 persen dari generasi sebelumnya. 

Bodinya memakai aluminium unibody. Dynamic Island ikut dirombak, ukurannya mengecil tapi sekarang bisa menampilkan tiga Live Activities sekaligus. 

Face ID tetap bekerja lewat bagian itu. Untuk jaringan, keduanya memakai chip N1 buatan Apple yang mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread. 

Modem selulernya C2, yang diklaim mengunggah data lebih cepat sambil memakai daya 15 persen lebih hemat dibanding C1X. 

Lalu apa perbedaan  kecanggihan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max?

Dari sisi dapur, keduanya sama. Chip, kamera, dan fitur AI-nya identik. 

Yang membedakan cuma ukuran layar dan daya tahan baterai. 

Layar iPhone 18 Pro berukuran 6,3 inci, sedangkan iPhone 18 Pro Max 6,9 inci. 

Keduanya sama-sama memakai panel Super Retina XDR dengan ProMotion dan Always On. 

Perbedaan kedua ada di baterai. 

Apple mengeklaim iPhone 18 Pro sanggup memutar video sampai 36 jam, sementara iPhone 18 Pro Max mencapai 45 jam.