Dalam tahap persiapan, BKD Kalsel telah melaksanakan simulasi asesmen mandiri bagi staf pelaksana. UPTD saat ini memiliki tiga orang asesor dan tengah mempersiapkan dua calon asesor tambahan.

Ke depan, Pemprov Kalsel menargetkan UPTD Penilaian Kompetensi ASN dapat memperoleh akreditasi A. Status tersebut diharapkan memungkinkan UPTD melaksanakan penilaian kompetensi secara mandiri hingga jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.

Dengan demikian, pelaksanaan penilaian kompetensi untuk jenjang tersebut tidak lagi sepenuhnya bergantung pada lembaga eksternal, seperti Badan Kepegawaian Negara (BKN), Polri, maupun lembaga lainnya.

“Targetnya ke depan, kami akan menjadikan UPTD ini terakreditasi A. Kalau sudah terakreditasi A, nantinya kami juga dapat melaksanakan penilaian kompetensi sampai ke JPT Pratama secara mandiri,” jelas Noryadi.

Sementara itu, Kepala UPTD Penilaian Kompetensi ASN, Yasinta Ayu Sabrina Putri, mengatakan BKD Kalsel telah melaksanakan simulasi asesmen mandiri bagi ASN di lingkungan Pemprov Kalsel sebagai salah satu tahapan persiapan menuju akreditasi.

Menurut Yasinta, pada tahun sebelumnya simulasi asesmen mandiri telah dilaksanakan sebanyak empat kegiatan dengan melibatkan total 40 pegawai. Kegiatan serupa direncanakan kembali dilaksanakan pada tahun ini dengan jumlah peserta 50 pegawai.

“Pada tahun sebelumnya kami telah sukses melaksanakan simulasi asesmen mandiri sebanyak empat kegiatan dengan total 40 pegawai yang terlibat. Pada tahun ini, program tersebut rencananya akan kembali dilaksanakan dengan menyasar jumlah peserta sebanyak 50 orang. Jadi, ke depannya bagi yang dipanggil diharapkan agar berhadir,” ujarnya.

Yasinta menjelaskan, keikutsertaan ASN dalam simulasi asesmen mandiri tidak dilakukan melalui pendaftaran terbuka. 

Peserta ditentukan berdasarkan pemetaan kompetensi yang dilakukan oleh Bidang Pengembangan Aparatur BKD Kalsel.

“Mereka nanti akan kita panggil. Datanya berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Bidang Pengembangan Aparatur, yang sebelumnya telah mendata kompetensi dari masing-masing ASN. Hasil dari simulasi asesmen nanti akan kita berikan lagi kepada Bidang Pengembangan Aparatur agar datanya bisa dijadikan sebagai bahan penerapan manajemen talenta,” jelasnya.