Innalillahi, Mantan Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin Meninggal Dunia, Ini Profilnya
Pasangan tersebut kembali memenangkan pemilihan sehingga Rudy Ariffin menjadi gubernur untuk periode kedua, 2010–2015.
Dengan demikian, Rudy menjadi salah satu kepala daerah Kalsel yang memiliki pengalaman relatif lengkap: birokrat, sekretaris daerah, bupati, hingga gubernur dua periode.
Sepuluh tahun kepemimpinan Rudy Ariffin berlangsung ketika Kalsel mengalami perkembangan ekonomi yang cukup pesat, terutama ditopang sektor pertambangan dan sumber daya alam.
Sejumlah proyek pembangunan yang dikaitkan dengan periode pemerintahannya antara lain pengembangan infrastruktur pemerintahan di Banjarbaru, pembangunan PLTU Asam-Asam berkapasitas 2 x 65 MW, serta pengerukan alur Sungai Barito untuk mendukung aktivitas pelayaran dan distribusi melalui jalur sungai.
Salah satu kebijakan yang cukup dikenang adalah pengaturan lalu lintas angkutan batu bara.
Pemprov Kalsel pada masa Rudy Ariffin menerbitkan kebijakan yang melarang truk batu bara melintas di jalan negara sebagaimana diatur dalam Perda Kalsel Nomor 3 Tahun 2008.
Pada masa itu pula pembangunan pusat pemerintahan Provinsi Kalsel di Banjarbaru mulai mendapatkan bentuk.
Pemancangan tiang pembangunan kantor gubernur tercatat dilakukan pada 2009.
Masa jabatan Rudy Ariffin sebagai gubernur berakhir pada 2015.
Setelah itu, ia tidak lagi menduduki jabatan kepala daerah, tetapi tetap menjadi salah satu tokoh yang diperhitungkan dalam dinamika politik Kalsel, khususnya di lingkungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Jejak politik Rudy Ariffin juga berlanjut melalui keluarganya.
Ia dan istrinya, (almh) Hj Hayatun Fardah, dikaruniai tiga anak.
Salah satunya adalah HM Aditya Mufti Ariffin, yang kemudian terjun ke politik dan pemerintahan.
Aditya Mufti Ariffin kemudian terpilih sebagai Wali Kota Banjarbaru dan dilantik pada 2021.
Pada Agustus 2024, ketika Pemprov Kalsel melakukan anjangsana kepada para mantan gubernur dalam rangka Hari Jadi Kalsel dan HUT RI, Rudy masih menerima kunjungan tersebut dengan hangat.
Ia menyebut silaturahmi antara pemerintah dan para mantan kepala daerah sebagai sesuatu yang perlu terus dijaga.
Perjalanan Rudy Ariffin memperlihatkan transformasi seorang birokrat menjadi politisi dan kepala daerah.