Meski begitu, pemantauan dari luar angkasa memiliki keterbatasan. Pasalnya, MODIS dan VIIRS dapat kesulitan mendeteksi kebakaran, apabila lokasi sedang tertutup asap atau awan tebal, berada di bawah kanopi hutan, atau membara di bawah permukaan lahan gambut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran terjadi di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, hingga Maluku Utara.

Di enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla, titik api antara lain ditemukan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. 

Di Kalimantan Barat, misalnya, ditemukan 46 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 528 hektare. 

Kualitas udara dilaporkan berada dalam kategori berbahaya dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer. 

Sementara di Sumatera Selatan, terdapat 20 titik api dengan luas kebakaran 98,5 hektare. 

Kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat, dengan jarak pandang sekitar 5 sampai 7 kilometer. 

Di Pulau Sumatera, salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Provinsi Riau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD) Provinsi Riau mencatat, luas karhutla sepanjang 2026 telah mencapai 18.582,90 hektare. 

Sedang total titik panas yang tercatat mencapai 12.677 titik, dengan 618 di antaranya teridentifikasi sebagai titik api aktif.

Dampaknya juga mulai terasa terhadap kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan mencatat 50.891 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak kebakaran hutan sepanjang Juli hingga Agustus 2026. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.600 kasus terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun, sedangkan 38.291 kasus lainnya terjadi pada kelompok usia di atas lima tahun. 

Asap karhutla juga dapat terbawa angin sehingga dampaknya tidak terbatas pada daerah yang memiliki titik api. 

Karena itu, peningkatan kasus ISPA juga dapat terjadi di wilayah lain yang ikut terpapar asap. (Wartabanjar.com)