Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Kisah Menyakitkan Usai Piala Dunia 2026
Namun keputusan tersebut hanya bertahan sementara.
Messi kembali memperkuat Argentina dan justru memasuki periode paling sukses dalam sejarah sepak bolanya bersama tim nasional.
Argentina kemudian meraih Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, dan Copa America 2024.
Di Qatar, Messi akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia yang selama bertahun-tahun menjadi target terbesar dalam kariernya.
Messi meninggalkan Argentina bukan hanya sebagai mantan kapten, tetapi juga sebagai pemegang hampir seluruh catatan utama individu bersama tim nasional.
Ia mengakhiri karier internasional dengan 207 penampilan dan 125 gol bersama timnas, menjadikannya pemain dengan jumlah pertandingan dan gol terbanyak dalam sejarah Argentina.
Messi juga mencatat enam penampilan di Piala Dunia, mulai dari edisi 2006 hingga 2026. Perjalanan itu membentang lebih dari dua dekade.
Angka-angka tersebut menggambarkan betapa panjang pengabdiannya kepada tim nasional.
Namun bagi Messi, warisan bersama Argentina bukan hanya persoalan statistik.
Ia menilai dirinya telah memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki setiap kali mengenakan seragam negaranya.
"Saya telah memberikan semua yang saya miliki, saya tidak punya apa-apa lagi untuk diberikan," demikian inti pesan yang disampaikannya.
Messi juga menyadari bahwa generasi baru Argentina mulai bermunculan. Menurutnya, para pemain muda tersebut layak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan perjuangan La Albiceleste.
Setelah bertahun-tahun menjadi pemain yang berada di tengah lapangan, Messi kini harus mengambil posisi berbeda.
Ia tidak lagi menjadi orang yang memimpin Argentina dari lapangan, melainkan salah satu pendukung yang menyaksikan perjuangan tim dari luar.
"Saya akan menjadi salah satu dari kalian, memberikan dukungan dan bersorak dari luar," tulisnya.
Perpisahan itu sekaligus menandai berakhirnya sebuah era.
Messi pernah datang sebagai pemain muda yang dibebani ekspektasi besar. Ia kemudian melewati kegagalan demi kegagalan sebelum akhirnya menjadi kapten yang membawa Argentina kembali ke puncak sepak bola dunia.
Menariknya, bab terakhirnya bersama Argentina justru berakhir dengan kekalahan di final Piala Dunia 2026.
Tetapi bagi Messi, kekalahan tersebut tidak menghapus apa yang telah dibangunnya selama 21 tahun.