Tim Gabungan HST Siaga Karhutla, Cek Personel dan Peralatan
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kesiapan personel dan peralatan menjadi bagian yang diperiksa dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Pengecekan tersebut dilakukan melalui Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Tahun 2026 di HST, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan ini diikuti unsur yang terlibat dalam penanganan bencana di lapangan.
Bupati HST Samsul Rizal, mengatakan kesiapan personel perlu dibarengi dengan kesiapan peralatan serta koordinasi antarpihak.
Respons cepat juga diperlukan dalam penanganan kebakaran, terutama apabila titik api berada di sekitar permukiman warga.
Baca Juga 5 Penerbangan Tertunda Akibat Kabut Asap Selimuti Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru
Baca Juga Api Berkobar di Alalak Berangas Batola, Bangunan Kayu Terbakar
“Kita tidak hanya memastikan kesiapan, tetapi juga mempersiapkan peralatan serta memperkuat koordinasi dan memantapkan sinergitas antara tim teknis di lapangan,” katanya.
Samsul Rizal mengatakan kesiapsiagaan tersebut diperlukan karena kejadian Karhutla masih ditemukan di sejumlah wilayah HST.
Berdasarkan data BPBD dan Damkar HST, tercatat 38 kejadian Karhutla sepanjang Juli hingga Agustus 2026 dengan total luas lahan terbakar mencapai 66,756 hektare.
Kecamatan Labuan Amas Selatan menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 12 kejadian.
Atas kondisi tersebut, Samsul Rizal menekankan perhatian lebih diberikan pada titik-titik rawan kebakaran yang berada berdekatan dengan permukiman penduduk.
“Perhatian ekstra harus diberikan pada titik-titik rawan api yang lokasinya berdekatan dengan permukiman penduduk,” ujarnya.
Selain kesiapan personel dan peralatan, Samsul Rizal juga meminta koordinasi antara pemerintah daerah, aparat, pihak swasta dan masyarakat terus diperkuat dalam menghadapi Karhutla.
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan mudah terbakar.
Menurutnya, upaya pencegahan diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.
Apel kesiapsiagaan tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HST dan jajaran terkait.(wartabanjar.com)