Terungkap Alasan Leao Menangis dan Kecewa Tinggalkan AC Milan ke Galatasaray
WARTABANJAR.COM - Meski dikenal sebagai pemain yang keras dalam bermain, Rafael Leao tidak kuasa menahan air matanya tumpah saat perpisahan dengan tim Liga Italia, AC Milan.
Rafael Leao yang sudah memperkuat AC Milan sejak 2019 ini akan bergabung ke klub Turki, Galatasaray mulai musim ini.
Selama 7 tahun bergabung, tentu banyak kenangan yang dimiliki Leao.
Bahkan, semasa di AC Milan, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga Italia pada 2021-2022.
Namun, setelah itu pula performanya terus menurun.
Puncaknya, pada musim lalu, ia hanya mencetak 10 gol.
Pendukung AC Milan sudah berulang kali berteriak agar Leao dilego.
Baca Juga: Bek Keturunan Indonesia Jayden Oosterwolde Gagal Gabung AS Roma
Baca Juga: Moise Kean Menjadi Perburuan Terakhir Cesc Fabregas
Akhirnya, Jumat (28/8/2026), pemain asal Portugal berusia 27 tahun ini resmi meninggalkan AC Milan.
Klub elite Liga Turki, Galatasaray bersedia menampung Leao dengan harga 45 juta euro plus bonus 2 juta euro dan 20-25 persen dari penjualannya di masa depan.
Padaha semula AC Milan membanderol Leao sebesar 50-60 juta euro.
Sebenarnya ada juga Aston Villa yang berminat, namun penawarannya lebih rendah dari Galatasaray.
Usai dipastikan ke Galatasaray, Rafael Leao yang sudah menyumbang 80 gol dari 291 penampilan Bersama AC Milan ini mengungkapkan perasaannya.
"Ya, ini momen yang sulit. Saya mengucapkan perpisahan kepada teman-teman setim setelah tujuh tahun bersama mereka."
"Klub selalu menolong saya tumbuh dan membuat saya memahami seberapa tinggi level memperkuat klub seperti Milan," katanya.
Leao juga mengaku sedikit kecewa karena perpisahannya berlangsung sederhana.
Padahal ia berharap bisa mengucapkan selamat tinggal di tengah lapangan San Siro di depan suporter sebelum laga AC Milan kontra Venezia.
Keinginan itu tidak terwujud karena manajemen AC Milan sudah memutuskan laga melawan Venezia adalah momen untuk mengenang salah satu legend tim, Franco Baresi.
"Momennya datang untuk mengucapkan selamat tinggal. Saya lebih suka jika perpisahannya berbeda, mengucapkan selamat tinggi di atas lapangan di hadapan suporter."