Lawan Java United FC, Kandang Persija Pindah ke Bali Tanpa Dukungan Jakmania
WARTABANJAR.COM - Persija Jakarta akan menghadapi Java United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (19/9) malam.
Untuk sementara, Persija harus meninggalkan Jakarta dan menjalani laga kandang di Bali tanpa dukungan Jakmania di tribun.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong memastikan seluruh persiapan berjalan sebagaimana mestinya.
Perpindahan lokasi pertandingan tidak membuat program Persija mengalami perubahan berarti.
Rizky Ridho dan kawan-kawan tetap menjalani latihan sesuai dengan agenda yang telah dirancang tim pelatih.
“Persiapan dilakukan secara normal sesuai dengan rencana dan jadwal yang biasa dijalankan oleh tim,” ujar Shin Tae-yong.
Baca Juga Ivan Mamut Bawa Persija Unggul atas Persib 2-1 di Injury Time Super League
Baca Juga Jelang Lawan Barito Putera, Deltras FC Fokus Pemulihan Fisik Pemain Usai Taklukkan PSBS Biak 5-0
Hal ini disebabkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tidak dapat digunakan karena sedang dipersiapkan untuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Sementara itu, Jakarta International Stadium (JIS) juga tidak tersedia karena sudah digunakan untuk agenda konser.
Melawan Java United, Shin Tae-yong mengatakan mobilitas tinggi menjadi salah satu kekuatan lawan, terutama dengan keberadaan sejumlah pemain yang aktif mencari ruang dan bergerak tanpa bola.
Gustavo Almeida, mantan penggawa Persija, juga menjadi salah satu nama yang mendapat perhatian.
Karakter tersebut membuat Shin Tae-yong menekankan pentingnya konsentrasi selama pertandingan.
Persija dituntut untuk tetap disiplin menjalankan rencana permainan dan tidak memberikan ruang kepada Java United untuk mengembangkan permainan.
“Java United adalah tim dengan mobilitas tinggi dan banyak pemain yang aktif berlari, serta diperkuat mantan pemain Persija (Gustavo Almeida). Kunci utamanya adalah tim tidak boleh lengah dalam persiapan agar bisa meraih hasil positif,” ujar Shin Tae-yong.
Dua kemenangan atas Borneo FC dan Persib memang memberikan tambahan kepercayaan diri bagi Persija.
Namun, bagi Shin Tae-yong, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk terus berkembang, bukan alasan untuk mengurangi kewaspadaan.