“Pembelajaran tetap harus berjalan, tetapi kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kita tidak ingin karena mengejar pembelajaran tatap muka, kemudian anak-anak justru terpapar kondisi udara yang tidak baik,” ucap Liana.

Disdik juga meminta sekolah memperkuat komunikasi dengan orang tua siswa.

Apabila ada peserta didik yang mengalami keluhan kesehatan atau kondisi lingkungan sekolah dinilai tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar, pihak sekolah diminta segera berkoordinasi.

“Sekolah kami minta terus berkomunikasi dengan orang tua. Kalau ada kondisi yang perlu segera ditindaklanjuti, jangan menunggu, segera sampaikan dan koordinasikan,” tambahnya.

Selain langkah di sektor pendidikan, Pemkab Banjar terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan karhutla dan dampak kabut asap.

Liana berharap kondisi tersebut dapat segera membaik sehingga aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung normal.

“Kami berharap kondisi kabut asap ini segera membaik. Sementara ini yang terpenting adalah bagaimana anak-anak tetap bisa belajar, tetapi tetap dalam kondisi yang aman dan sehat,” pungkasnya. (Wartabanjar.com).