WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Aksi unjuk rasa atau demonstrasi terkait masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan listrik padam di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), sempat ricuh. 

Satu orang anggota aksi berjenis kelamin laki-laki dari aliansi masyarakat melawan di luar mahasiswa, pun sempat diamankan pihak kepolisian, lalu dikembalikan ke massa aksi.

Aksi saling dorong berlangsung memanas di depan pintu masuk gerbang DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Jumat (28/08/2026) malam.

Massa aksi dari BEM se-Kalsel, yang enggan membubarkan diri memaksa masuk ke dalam gedung DPRD, namun dihadang pihak kepolisian. Aksi saling dorong hingga ricuh pun terjadi.

Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Riza Muttaqin, memberikan keterangan terkait satu orang anggota aksi yang sempat diciduk timnya. 

Menurut Riza Muttaqin, satu anggota massa aksi tersebut dalam kondisi aman walau sempat ditangkap polisi. 

Riza menegaskan tidak ada tindakan kekerasan sedikitpun terhadap pendemo tersebut. 

"Dari aliansi masyarakat melawan di luar mahasiswa ada diamankan, ini miskomunikasi saja, tentu ada gesekan sedikit yang bersangkutan lari dan diamankan. Apakah ada kekerasan tadi, tentu tidak ada," ungkap Riza Muttaqin.

Baca Juga: Massa Aksi BEM se-Kalsel Merangsek Masuk ke Gedung DPRD Kalsel, Polisi Minta Mahasiswa Kondusif

Baca Juga: Geruduk DPRD Kalsel, Massa BEM se-Kalsel Cari Gubernur Muhidin

Pihak kepolisian Polresta Banjarmasin sudah memulangkan pendemo yang sempat diamankan itu, sebelum massa aksi BEM se-Kalsel benar-benar membubarkan diri sekitar pukul 20.00 Wita. (wartabanjar.com)