Menurut Zulbadi, Intake Sungai Bilu yang memiliki kapasitas sekitar 600 liter per detik saat ini sudah tidak dapat digunakan selama 24 jam karena kadar garam air baku telah berada di atas ambang yang dapat diolah.

“Untuk Intake Sungai Bilu itu sudah 24 jam tidak bisa kita gunakan karena kadar garamnya tinggi, di atas 300 PPM. Sebelumnya kita sempat 8 jam, 12 jam, 13 jam, 17 jam, dan sekarang sudah 24 jam,” jelas Zulbadi.

Ia menyebut kadar garam di Intake Sungai Bilu bahkan telah mencapai lebih dari 5.000 PPM. Kondisi tersebut membuat sumber air tersebut belum dapat dimanfaatkan untuk produksi air bersih.

“Intake Sungai Bilu yang kapasitasnya 600 liter per detik itu tidak bisa kita produksi karena kadar garamnya sudah sangat tinggi di atas 5.000-an,” pungkasnya. (wartabanjar.com).