Polisi Dalami Penyebab Karhutla di HST, Cek Indikasi Unsur Pidana
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Polisi masih mendalami penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan.
Kasat Reskrim Polres HST AKP Andi Patinasarani melalui Kasubsi PIDM Humas Polres HST Aiptu M Husaini, mengatakan Unit Tipidter Satreskrim Polres HST masih melakukan penyelidikan dan crosscheck terhadap setiap informasi kejadian yang diterima.
Dari pengecekan sementara, penyebab kebakaran belum dapat disamaratakan karena masing-masing lokasi masih memerlukan pendalaman.
“Penyebab kebakaran tidak bisa disamaratakan dan masih dilakukan pendalaman, untuk mengetahui apakah kebakaran terjadi karena faktor kelalaian manusia, aktivitas pembakaran, atau faktor lainnya,” kata Husaini saat dikonfirmasi Wartabanjar.com, Kamis (27/08/2026).
Pendalaman juga dilakukan, untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kejadian tertentu.
Jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, kepolisian akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan yang berlaku.
“Terhadap lokasi-lokasi yang ditemukan adanya indikasi unsur pidana, tentunya akan kami tindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Kepolisian masih melakukan pengecekan dan pendalaman, sebelum memastikan penyebab maupun jumlah kejadian yang dapat dikaitkan dengan faktor tertentu.
Baca Juga: Bekantan Ditemukan di Banua Kepayang HST, Kondisinya Kritis
Baca Juga: 478 Hotspot Muncul di HST hingga 25 Agustus, 50 Titik Diketahui sebagai Karhutla
“Untuk jumlah kejadian yang sudah dapat dipastikan penyebabnya, kami akan menyampaikan berdasarkan hasil pendalaman dan data yang benar-benar terverifikasi,” katanya.
Sebelumnya, BPBD dan Damkar HST mencatat 50 kejadian Karhutla hingga 25 Agustus 2026, dengan total luas lahan terbakar mencapai 89 hektare.
BPBD dan Damkar HST juga mencatat 478 titik panas (hotspot) terpantau melalui aplikasi Sipongi, sejak Januari hingga 25 Agustus 2026.
Kejadian Karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah HST. Data tersebut menjadi gambaran kejadian kebakaran yang masih dalam penelusuran penyebab oleh kepolisian. (wartabanjar.com)