“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Ibu Wali Kota yang sudah membantu rekan-rekan yang tergabung dalam Banjarbaru Rescue,” ucapnya.

Maksudi mengatakan, ada tiga kebutuhan yang paling dirasakan relawan saat bertugas, yakni BBM, APD dan titik air.

“Yang jelas kendala teman-teman di lapangan, pertama BBM, kedua APD, kemudian titik air,” ujarnya.

Untuk titik air, relawan terkadang harus mengandalkan bantuan dari tim lain untuk mendapatkan pasokan air di lokasi pemadaman.

Sementara untuk BBM, persoalannya bisa lebih krusial karena kendaraan dan mesin pemadam harus tetap beroperasi selama proses penanganan karhutla.

“Keterbatasan BBM bahkan beberapa kali membuat relawan kehabisan bahan bakar,” kata Maksudi.

Kondisi tersebut kemudian diatasi dengan koordinasi antartim relawan.

“Dengan bantuan teman-teman Banjarbaru Rescue, akhirnya satu sama lain saling menutupi kekurangan,” pungkasnya. (wartabanjar.com)