Situasi tersebut sempat membuat sebagian massa mengira dirinya ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membantah. 

Dia mengatakan polisi sebelumnya berkomunikasi dengan Botok dan Teguh mengenai rencana kegiatan massa Pati. 

Polisi menjelaskan persoalan administrasi kegiatan dan menyarankan penyelenggara mengurus izin.

Botok disebut bersedia mengikuti proses tersebut dan sempat meminta pendampingan polisi menuju Polda Metro Jaya. 

Namun keberangkatan itu akhirnya dibatalkan karena situasi di lokasi memanas karena massa tidak mengizinkan Botok ke kantor polisi. Mereka mencemaskan terjadinya kemungkinan kriminalisasi terhadap Botok.

Kini, Botok ditemani pentolan lain AMPB seperti Teguh Istifiyanto dan Ali masih bertahan di Jakarta.

Botok pun menjelma sebagai sosok baru yang menjadi simbol sikap kritis dan perlawanan.

Perjalanan Supriyono alias Botok menunjukkan sosok dari daerah dapat menjadi salah satu tokoh di panggung nasional di era digital. (wartabanjar.com/sud)