Suhu Maksimum Banjarmasin Banjarbaru Capai 37 Derajat Celcius di Prakiraan Cuaca Kalsel Hari ini
WARTABANJAR.COM - Sebagian wilayah Kalimantan Selatan masih diselimuti kabut asap di prakiraan cuaca hari ini, Sabtu (22/8/2026).
Kabut asap terjadi sejak pagi hari pukul 05.00 WITA hingga pukul 08.00 WITA.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kabut asap melanda wilayah Banjar, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tapin.
Pada pukul 11.00 WITA cuaca diprediksi cerah hampir di seluruh Kalsel, kecuali Tanah Bumbu dan Kotabaru.
Pukul 14.00 WITA hingga pukul 20.00 WITA cuaca cerah juga diprediksi terjadi di seluruh Kalsel.
Adapun suhu maksimum rata-rata hari ini mencapai 37 derajat celcius.
Suhu ini lebih panas dibandingkan dengan suhu maksimum rata-rata 34 derajat celcius.
Wilayah mencapai suhu maksimum tertinggi adalah Banjarbaru dan Banjarmasin.
Baca Juga Syifa Hadju Posting Video Karhutla Kalimantan di Saat El Rumi Diterpa Isu Pelecehan
Kemudian Tapin dan Banjar mencapai suhu maksimum tertinggi kedua, mencapai 36 derajat celcius.
Sebelumnya Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan warga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas yang terjadi selama periode musim kemarau.
Menurutnya, berkurangnya tutupan awan membuat intensitas radiasi matahari yang mencapai permukaan bumi semakin tinggi.
"Sektor kesehatan juga sama krusialnya. Cuaca panas biasanya menyertai musim kemarau karena tutupan awan cenderung minim selama periode ini," ujar Ardhasena.
BMKG mencatat suhu maksimum harian di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua, telah mencapai kisaran 30–34 derajat Celsius.
Selain suhu yang meningkat, kualitas udara juga berpotensi memburuk akibat debu di atmosfer dan ancaman kabut asap dari kebakaran hutan maupun lahan.
BMKG menilai kondisi tersebut dapat memperbesar risiko gangguan kesehatan pernapasan.
"Penurunan kualitas udara berkaitan langsung dengan peningkatan infeksi saluran pernapasan akut di kalangan masyarakat," ujarnya.