Sentimen positif juga dipantik aspek fundamental yang positif.

Di paruh pertama 2026, laporan keuangan BYAN memperlihatkan capaian laba bersih perseroan yang meroket 17,5 persen, menjadi 410,26 juta dolar AS atau atau setara Rp7,3 triliun (kurs p17.850/dolar) .

Kinerja positif itu, didorong kenaikan pendapatan perseroan yang mencapai 1,74 miliar dolar AS (setara Rp31,07 triliun) di paruh pertama 2026. 

Capaian ini, memvalidasi bahwa rencana bisnis Haji Isam berbasiskan sisi fundamental kuat.

Sehingga, aajar jika berdampak kepada pembalikan kepercayaan investor global terhadap sektor pertambangan di Indonesia.

Saat ini, Bayan Resources adalah salah satu produsen batu bara termal terintegrasi yang paling efisien di Indonesia. 

BYAN menguasai rantai pasok penuh dari hulu ke hilir, mencakup konsesi tambang, jalan angkut khusus (hauling road), fasilitas pengolahan, hingga jaringan pelabuhan laut dalam Balikpapan Coal Terminal dan sarana transhipment.

Apabila benar terjari sinergi antara kapasitas produksi jumbo Bayan Resources, kekuatan infrastruktur pertambangan Jhonlin Group, serta keunggulan armada maritim RKI (Republik Korpora Indonesia), bakal menciptakan efisiensi biaya operasional yang sangat masif.

Sejauh ini belum ada informasi resmi dari Jhonlin Group dan Bayan Resources terkait akuisisi saham ini. (wartabanjar.com/inilah.com)