Setelah sukses menjuarai Premier League musim lalu sekaligus mengakhiri penantian 22 tahun, The Gunners ingin menjadikan laga Community Shield sebagai kesempatan pertama untuk menambah koleksi trofi.

Arsenal menutup musim sebelumnya dengan keunggulan tujuh poin atas City. Sementra itu, The Citizens mengamankan FA Cup, sehingga pertemuan kedua tim menjadi pembuka yang menarik untuk musim 2026/27.

"Ini adalah sebuah trofi yang bisa kami menangkan. Toh kami berhasil mendapatkan trofi tahun lalu melalui Premier League," ujar Arteta seperti dikutip ESPN.

Arteta sendiri memiliki catatan positif di Community Shield. Ia memenangkan trofi tersebut dua kali sebagai pemain Arsenal pada 2014 dan 2015.

Sebagai pelatih, pria asal Spanyol itu juga membawa The Gunners meraih gelar pada 2020 dan 2023, keduanya melalui adu penalti.

Kini, Arteta ingin mengulangi pencapaian tersebut. Ia melihat para pemainnya memiliki motivasi yang kuat untuk kembali meraih kesuksesan.

Di sisi lain, Community Shield menjadi pertandingan kompetitif pertama Enzo Maresca sebagai pelatih Manchester City. 

Menggantikan Pep Guardiola, Maresca langsung menghadapi Arsenal yang baru saja menjadi juara Premier League. Maresca mengakui kualitas Arsenal dan konsistensi mereka dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, keberhasilan The Gunners memenangkan liga musim lalu menjadi bukti bahwa mereka merupakan salah satu tim terkuat di Inggris.

"Arsenal sudah menunjukkan dalam dua, tiga, empat, bahkan lima tahun terakhir bahwa mereka selalu berada di sana," ujar Maresca.

Maresca menegaskan City tidak gentar. Ia ingin menjadikan pertandingan tersebut sebagai langkah awal untuk memperkecil kesenjangan dengan Arsenal. "Tapi kami adalah City. Kami akan mencoba menutup jarak dan bersaing," tegasnya.

Bagi Arsenal, kemenangan akan menjadi awal ideal dalam upaya mempertahankan dominasi domestik. 

Sementara bagi City dan Maresca, Community Shield menjadi kesempatan pertama menunjukkan bahwa mereka siap kembali merebut posisi teratas. (Wartabanjar.com)