Akhirnya Makam Sutrimo Dibongkar, Ada Apa dengan Jenazah Karumga Eks Jampidsus Febrie Adriansyah?
Menurutnya, komunikasi terakhir itu oenting untuk melihat kondisi almarhum sebelum ditemukan meninggal.
Pada 23 Juli 2026 pukul 03.28 WIB, Sutrimo masih mengirim foto makanan kepada keluarga di Banyumas.
Foto tersebut memperlihatkan makanan berupa ayam goreng lengkap dengan lalapannya.
Selang beberapa menit, sekira pukul 04.00 WIB, Sutrimo kembali mengirim foto sedang duduk di seberang rumah utama milik Febrie Adriansyah.
Namun baru pukul 06.00 WIB, adik Sutrimo membaca pesan itu lalu membalas mengirim foto anaknya (keponakan Sutrimo).
Pesan itu bertanda sudah dibaca tetapi tidak ada balasan.
Kemudian, sekira pukul 08.00 WIB, ponsel keluarga mendapat panggilan beberapa kali dari nomor milik Sutrimo.
Panggilan tersebut baru diangkat sekira pukul 08.30 WIB.
Namun, bukan Sutrimo yang berbicara di ujung telepon. Orang tersebut mengaku sebagai teman Sutrimo dan menyampaikan kabar bahwa korban telah meninggal dunia.
Terkait dugaan gangguan kesehatan, Aan Rohaeni mengatakan sebelumnya Sutrimo memang sempat mengeluh ke keluarga tentang kakinya yang bengkak.
Keluhan itu diungkapkan Sutrimo saat masih berada di Banyumas sebelum kembali ke Jakarta.
Namun, menurut Aan, berdasarkan riwayat percakapan pada aplikasi WhatsApp yang masih dapat dibuka, tidak terlihat adanya keluhan sakit dari Sutrimo pada 19-23 Juli 2026.
"Kalau dari tanggal 19 sampai tanggal 23 itu tidak pernah ada WA ngeluh sakit," ujarnya.
Menurut Aan, selama ini Sutrimo rutin berkomunikasi dengan keluarga melalui ponsel adiknya.
"Pak Sutrimo ini orangnya penyayang. Selain menjaga ibunya, dia komunikasi baik dengan adiknya. Nanyain keponakannya setiap hari, minta video dan lain-lain," ujar Aan.
Ia juga mengungkapkan, keluarga awalnya tidak menaruh kecurigaan apa pun saat menerima jenazah Sutrimo.
"Saat mereka terima mayat, sudah dikafani, sudah bersih, dan tidak ada yang mencurigakan," kata Aan.
Namun, belakangan keluarga mulai mempertanyakan sejumlah kejanggalan, mulai dari dokumen rumah sakit, kondisi jenazah, hingga ponsel dan barang pribadi yang disebut tak kunjung dikembalikan.
Karena itu pula keluarga kemudian melaporkan dugaan kematian tidak wajah ke Polres Banyumas. (wartabanjar.com/berbagai sumber)