WARTABANJAR.COM, BARABAI – Kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Pemkab HST melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga stok, distribusi, dan harga bahan pokok tetap terkendali menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Persiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi TPID di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten HST, Rabu (12/8/2026).

Bupati HST Samsul Rizal mengatakan peningkatan kebutuhan masyarakat saat momentum keagamaan berpotensi mendorong kenaikan harga sejumlah barang dan jasa.

“Ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok, khususnya beras dan komoditas pangan lainnya, harus menjadi perhatian bersama. Kita perlu memastikan stok tetap tersedia, distribusi berjalan lancar, serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca juga: Pasar Murah Jelang Maulid Digelar di 9 Desa di HST, Catat Jadwalnya

Menurut Samsul Rizal, TPID perlu memperkuat koordinasi lintas sektor untuk membaca potensi gejolak harga sejak dini. 

Langkah tersebut penting agar kebutuhan masyarakat selama momentum Maulid tetap dapat terpenuhi tanpa diikuti lonjakan harga yang berlebihan.

“Melalui TPID, kita harus mampu mengantisipasi gejolak harga, memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Baca juga: Bola Api di Pajukungan HST Jadi Hiburan Warga Saat Perayaan HUT Ke-81 RI

Dalam rapat tersebut, Pemkab HST juga membahas sejumlah langkah intervensi, di antaranya persiapan Kerja Sama Antar Daerah (KAD), penyediaan subsidi harga dan subsidi transportasi angkutan menjelang HBKN.

Selain itu, dibahas pula penguatan pencatatan, pelaporan serta bukti kinerja pengendalian inflasi sebagai bagian dari evaluasi dan pemantauan program TPID.

Melalui langkah tersebut, Pemkab HST berupaya memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau selama meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Maulid.

Koordinasi lintas sektor juga diharapkan dapat membuat distribusi bahan pokok berjalan lebih lancar sehingga potensi kenaikan harga dapat diantisipasi lebih awal. (wartabanjar.com/*)