Begal Payudara di Banjar, Psikolog Ungkap Dampak yang Bisa Dialami Korban
”Bisa berkembang menjadi trauma. Tergantung bagaimana kondisi psikologis si korban itu sendiri,” katanya.
Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar menjadi salah satu faktor yang dapat membantu korban menghadapi dampak psikologis setelah kejadian.
Rasa aman dan dukungan emosional dapat menjadi faktor pelindung bagi korban.
”Kalau punya support dari keluarga yang baik dan dukungan emosional yang baik, permasalahan psikologisnya mungkin tidak menjadi besar,” jelas Rika.
Sebaliknya, korban dengan faktor risiko yang lebih besar dapat mengalami dampak psikologis yang lebih berat.
Karena itu, kondisi korban perlu dilihat secara individual dan tidak bisa disamakan antara satu orang dengan lainnya.
Rika menyebut tanda-tanda kecemasan atau trauma dapat dilihat dari intensitas, frekuensi dan durasi gejala yang muncul.
Perubahan tersebut juga perlu diperhatikan ketika mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari.
”Kalau durasi, intensitas dan frekuensinya semakin tinggi, berarti kamu membutuhkan bantuan profesional,” ujarnya.
Gejalanya dapat berupa rasa takut keluar rumah, menghindari pertemuan dengan laki-laki, atau munculnya reaksi fisik seperti jantung berdebar ketika berhadapan dengan situasi yang mengingatkan korban pada kejadian.
”Ketika gejala-gejala itu muncul, coba mencari bantuan profesional,” katanya.
Untuk mengembalikan rasa aman, korban tidak harus menghadapi ketakutannya seorang diri.
Ketika gejala masih dapat ditoleransi, bercerita kepada orang yang dipercaya dan mendapatkan pendampingan saat beraktivitas dapat menjadi salah satu langkah awal.
”Boleh bercerita ke teman, cerita ke keluarga atau minta perlindungan. Misalnya ketika keluar rumah, mencari teman atau bersama orang lain sampai mendapatkan rasa aman,” jelasnya.
Namun, apabila rasa takut sudah berlebihan atau mulai mengarah pada trauma, Rika menyarankan korban mencari bantuan tenaga profesional.
”Cari tenaga profesional, bisa psikolog atau psikiater yang bisa membantu mengembalikan rasa aman dan rasa nyaman,” pungkasnya. (wartabanjar.com/IKhsan)