WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kamis (6/8/2026) pagi sekira pukul 07.00 Wita, antrean panjang sudah terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Pulau Laut, Banjarmasin.

Tragisnya, kondisi menyedihkan ini dialami warga Banjarmasin dan daerah-daerah lain di Kalsel, di saat pemadaman listrik bergilir yang sudah berlangsung lebih dari sebulan tidak kunjung berakhir. 

Setelah janji 4 Agustus 2026 tidak terealisasi, PT PLN Kalselteng Kembali berjanji pemadaman listrik bergilir akan berakhir pada 25 Agustus 2026 mendatang.

Presiden Prabowo Subianto sendiri secara khusus telah menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk mengatasi permasalahan listrik di Kalsel dan Kalteng ini.

Dalam kondisi listtrik byarpet, masyarakat pengguna kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor sudah seminggu ini juga harus ekstra sabar menunggu giliran untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite.

Agar antrean tertib, pengelola SPBU menugaskan seorang petugasnya untuk mengatur.

SPBU Pulau Laut hanyalah satu SPBU di Banjarmasin yang mengalami antrean panjang pembeli BBM subsidi terutama jenis Pertalite.

Rabu (5/8/2026), berdasar pantauan Wartabanjar.com, antrean sempat terjadi juga di SPBU Sabilal Muhtadin, SPBU Jalan Adhyaksa dan SPBU Kawasan Jalan A Yani Km 5.

Di SPBU Jalan Adhyaksa, puluhan kendaraan terutama sepeda motor berderet panjang menunggu giliran.

Pengelola memanfaatkan lahan kosong di samping area SPBU sebagai jalur antrean tambahan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Menurut pengelola SPBU Adhyaksa, Isan, kuota Pertalite tidak mengalami perubahan. 

Ia menduga antrean panjang terjadi karena keterlambatan proses distribusi dari depot Pertamina.

Baca Juga: Pertalite dan Pertamax Kosong di SPBU Mandingin Barabai HST, 8.000 Liter Pertalite Habis Sebelum Siang

Baca Juga: Bahlil Dapat Tugas Khusus Akhiri Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel dan Kalteng

Lain dengan pengelola SPBU Pulau Laut, Aan.

Berdasar dugaannya, naiknya tingkat pembelian BBM yang menjadi penyebab terjadinya antrean.

"Dari pantauan kami, jumlah pembeli meningkat selama seminggu ini. Kalau kuota dan pasokan seperti biasa," katanya.