Jawab Protes Dewan Kesenian Banjarmasin, Sekdako Beralasan Relief Monumen Kondisi Miring
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Protes Dewan Kesenian Banjarmasin mengenai pembongkaran Monumen Gerbang Kota di simpangempat Jalan Pangeran Antasari mendapat tanggapan Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Ichrom Muftezar pada Sabtu (1/8/2026).
Monumen yang punya muatan sejarah itu kini rata tanah.
Bongkahan material monumen yang telah hancur berserakan di tanah, sedang deru mesin bor terus berbunyi seakan ikut meramaikan kebisingan arus lalu lintas.
Meski demikian, di salah satu sudut, terpampang lukisan dinding atau relief yang merupakan bagian dari monumen yang menggambarkan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Kondisinya masih tampak utuh tak tersentuh mesin pembongkaran, walau warnanya terlihat sangat kusam.
Menurut Ichrom, Pemerintah Kota Banjarmasin telah mempelajari, bahwa secara teknis struktur bangunan taman relief ada terjadi kemiringan.
Oleh karena itu, pemko menilai hal tersebut dapat membahayakan jika tidak dilakukan perbaikan dengan segera.
Sehubungan dengan itu, pemko bekerja sama dengan salah satu advertaising di banjarmasin melakukan renovasi atau pembangunannya.
"Berdasarkan arahan Bapak Wali Kota HM Yamin, bahwa secara struktur akan kami perbaiki, tapi bahwa mungkin untuk desain-desain tertentu akan tetap kami pertahankan," kata Ichrom.
Ditegaskan Sekda, relief yang ada di monumen dijamin tetap dipertahankan sesuai dengan desain aslinya meski akan tetap diperbarui.
Baca juga: Anggota DPRD Kota Banjarmasin Sikapi Keluhan Keterbatasan Sekolah di Sungai Andai
Terkait konsep ke depannya, Ichrom membeberkan, Monumem Gerbang Kota di simpang empat Jalan Pangeran Antasari itu akan dijadikan taman kota yang nantinya dimandatkan untuk menambah Pendapatan Asli Daerah atau PAD.
"Bukan sekadar taman nantinya tapi taman yang bisa mendatangkan pendapatan bagi Pemerintah Kota Banjarmasin," kata Sekda Ichrom Muftezar.
Nantinya, Pemko juga memasang videotrone setelah renovasi rampung. (Wartabanjar.com)