WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, meluncurkan inovasi Sistem Informasi dan Gerakan Antisipasi Konflik (Sigap).

Inovasi tersebut diluncurkan Bupati Tabalong HM Noor Rifani di Balai Rakyat H Dandung Suchrowardi, Kompleks Pendopo Bersinar, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kamis (01/10/2026).

Kepala Kesbangpol Tabalong, Arbuansyah, mengatakan inovasi Sigap dikembangkan sebagai upaya memperkuat deteksi dan pencegahan dini, terhadap berbagai potensi konflik sosial di masyarakat.

Dikatakannya, pengembangan inovasi tersebut dilatarbelakangi masih adanya sejumlah konflik sosial yang terjadi di Kabupaten Tabalong.

"Pada 2024 sampai 2025 terdapat 15 konflik. Berdasarkan itu, kami mencoba menyinergikan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, bagaimana caranya konflik ini bisa kita tekan dengan melakukan deteksi dini dan pencegahan dini," tutur Arbuansyah.

Ia menjelaskan, konflik yang terjadi di Tabalong memiliki beragam latar belakang. Di antaranya konflik yang berkaitan dengan pemilu atau pascapemilu, konflik lahan, konflik masyarakat adat, hingga persoalan penyakit masyarakat.

Potensi konflik itu kemudian dipetakan mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

Baca Juga: Pemkab Tabalong Siapkan Bantuan Skripsi Rp2 Juta untuk Mahasiswa Prasejahtera

Baca Juga: DKPPP Tabalong Luncurkan Si Rupa, Aplikasi untuk Pantau Stok Pangan

Dalam proyek perubahan Kesbangpol tersebut, terdapat empat keluaran utama. Pertama, identifikasi dan verifikasi potensi konflik. 

Kedua, penyusunan peta konflik. Ketiga, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) deteksi dini. Dan Keempat, pembentukan Forum Sigap.

"Dengan adanya aplikasi Sigap ini, kita lebih mudah mengantisipasi konflik karena petanya sudah dibuat. Kita juga sudah membuat mekanisme pelaporannya," terangnya.

Dalam mekanisme yang dimaksud, setiap laporan mengenai potensi konflik akan terlebih dahulu ditangani di tingkat desa. 

Apabila persoalan tidak dapat diselesaikan, penanganannya dilanjutkan ke tingkat kecamatan hingga kabupaten.

Kesbangpol juga akan berkoordinasi dengan aparat keamanan dalam penanganan konflik, pasalnya Kesbangpol memiliki Tim Kewaspadaan Dini (Wasdin) serta Tim Terpadu Penanganan Konflik.