Arbuansyah menambahkan, inovasi Sigap mendapatkan dukungan berbagai unsur masyarakat, di antaranya tokoh adat, tokoh agama, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta pemangku kepentingan lainnya.

"Alhamdulillah, proyek perubahan ini kami mendapat dukungan dari tokoh adat, tokoh agama, LSM dan lainnya. Mereka berharap dengan adanya proyek perubahan ini, konflik yang pernah terjadi di Kabupaten Tabalong dapat diminimalisasi," ucapnya.

Ia menandaskan inovasi Sigap merupakan bagian dari strategi memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan, dalam mencegah dan menangani konflik sosial di Kabupaten Tabalong.

Melalui Sigap, Kesbangpol berharap penanganan potensi konflik dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan berjenjang sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar. (wartabanjar.com)