Inflasi Month to Month Tabalong 0,14 Persen, BPS Sebut Masih Terkendali
WARTABANJAR.COM, TANJUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kabupaten Tabalong pada September 2026 secara tahunan atau year on year (yoy) mencapai 4,40 persen.
Sementara secara bulanan atau month to month (mtm), inflasi Tabalong tercatat sebesar 0,14 persen.
Kepala BPS Tabalong, Husnalia, mengatakan angka inflasi bulanan tersebut masih relatif terkendali, karena kenaikan harga secara umum tidak terlalu besar.
"Untuk month to month masih relatif terkendali, karena inflasinya tidak terlalu besar," ujar Husnalia pada wartabanjar.com di ruang kerjanya, Rabu (01/10/2026).
Menurutnya, sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang inflasi pada September 2026. Di antaranya cabai rawit, kacang panjang, beras, jagung manis, dan telur ayam ras.
Kenaikan harga sejumlah komoditas tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan di pasaran. Kondisi itu diduga berkaitan dengan musim kemarau yang masih berlangsung.
Meski terdapat kenaikan harga sejumlah bahan pangan, BPS menyebut kondisi inflasi Tabalong secara bulanan masih tetap terjaga.
Baca Juga: Kesbangpol Tabalong Petakan Potensi Konflik Lewat Inovasi Sigap
Baca Juga: Pemkab Tabalong Siapkan Bantuan Skripsi Rp2 Juta untuk Mahasiswa Prasejahtera
Husnalia mengatakan, pihaknya belum dapat memprediksi perkembangan inflasi pada Oktober 2026.
Namun, berdasarkan kondisi di lapangan, terdapat sejumlah komoditas yang mulai mengalami kenaikan harga.
Dikatakannya, upaya pemerintah melalui berbagai program untuk menjaga ketersediaan dan harga pangan dapat membantu menekan laju inflasi.
"Kalau ada upaya melalui program-program yang bisa dilakukan pemerintah, tentu berpotensi menurunkan inflasi," ujarnya.
Ia menambahkan, komoditas sayuran masih berpotensi mengalami kenaikan harga pada Oktober. Salah satu penyebabnya adalah intensitas hujan yang masih rendah, sehingga pasokan sayuran belum kembali normal.
"Untuk kelangkaan bahan pangan seperti sayuran, mungkin saja bulan ini naik karena intensitas hujan masih jarang sehingga pasokan masih kurang," katanya.
Husnalia mengimbau masyarakat agar menyikapi kondisi tersebut secara bijak, termasuk dengan mengatur kebutuhan dan pengeluaran rumah tangga.
"Masyarakat kami imbau agar bijak dan berhemat," tutur Husnalia. (wartabanjar.com)