WARTABANJAR.COM, PELAIHARI - Pemerintah Kabupaten Tanah Laut meminta BPJS Kesehatan menyesuaikan skema pembiayaan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan kemampuan anggaran daerah dalam Rapat Koordinasi Kepesertaan JKN di Algoritma Resto, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Kamis (30/7/2026).  

​Pertemuan tahap kedua yang mengundang pemangku kepentingan utama ini dihadiri Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banjarmasin, Apt. Rinaldi Wibisono, Farm., perwakilan Komisi II DPRD Tanah Laut, serta jajaran dinas teknis seperti Disdukcapil, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Disnakerind, dan Bapperida.

​Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut, Ismail Fahmi, SE, MT, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun, namun menekankan pentingnya penyelarasan program dengan kondisi APBD yang terbatas.  

"Alhamdulillah kita bisa bertemu dan sama-sama memberi masukan. Kami sangat mendukung kegiatan kesehatan untuk masyarakat, tetapi kemampuan keuangan daerah kita juga perlu dipahami bersama," ujarnya.  

​Ismail Fahmi merincikan bahwa proyeksi APBD 2027 diperkirakan hanya mencapai Rp1,92 triliun, jauh dari pagu awal sekitar Rp2,7 triliun.

Baca Juga Sawah Kering Buat Ikan Mati di Handil Negara Tanah Laut

Baca Juga Polisi Masih Mencari Penyebab Ambruknya Rumah di Tembikar Kanan Kabupaten Banjar

 Selain itu, pada Perubahan APBD 2026, porsi alokasi JKN disepakati sekitar Rp12 miliar dari total kemampuan daerah sebesar Rp49 miliar usai pemenuhan hak tenaga PPPK dan outsourcing.  

​"Kami tidak berani meninggikan proyeksi jika kemampuannya terbatas, karena khawatir berujung gagal bayar di akhir tahun," tegasnya.  

​Langkah kehati-hatian dalam penganggaran ini diambil demi menjaga stabilitas keuangan daerah tanpa mengorbankan pemenuhan jaminan kesehatan warga secara keseluruhan.

Ismail Fahmi berharap koordinasi tersebut melahirkan kesepakatan yang realistis tanpa adanya tekanan finansial sepihak.  

​"Harapan kami, kita bisa sama-sama menjalankan program ini sesuai kemampuan yang ada, bukan sebaliknya justru gagal bayar di akhir tahun," pungkasnya. (Wartabanjar.com/Gazali/*)