Selain mengurangi kehilangan hasil panen, penggunaan combine harvester juga membuat proses panen menjadi lebih efisien, sehingga petani dapat menghemat waktu.
Syamsir menambahkan, unit combine harvester telah tersedia di seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan, dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani.
“Jadi misalkan panennya 20 hektare, jangan pinjamnya enam bulan. Nah, itu namanya mau memiliki,” ucapnya.
Menurutnya, combine harvester tidak dihibahkan, tapi agar dapat dimanfaatkan secara bergantian oleh kelompok tani di berbagai daerah.
“Jadi kita pinjamkan sebentar, nanti gantian lagi pada lokasi-lokasi yang lain, kelompok-kelompok yang lain,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Ikhsan)







