Panen Padi Lebih Efisien, DPKP Kalsel Maksimalkan Penggunaan Combine Harvester
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Penggunaan combine harvester terus didorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan, untuk mendukung proses panen padi yang lebih efektif.
Pemanfaatan alat panen modern tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan produktivitas pertanian di Kalsel.
Kepala DPKP Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengatakan penggunaan combine harvester dilakukan sesuai arahan Gubernur Kalimantan Selatan, pada lahan yang memungkinkan untuk menggunakan alat tersebut.
“Panennya kita lakukan tidak dengan panen menggunakan ranggaman, tetapi kita melakukan dengan combine, bagi daerah-daerah yang tanahnya bisa dilakukan dengan combine,” ujarnya, Selasa (28/07/2026).
Menurut Syamsir, salah satu keunggulan combine harvester ialah tetap mampu mengangkat padi yang rebah sehingga proses panen dapat dilakukan lebih praktis.
“Jadi combine itu manfaatnya yang pertama, ketika padi itu rebah, scraper mukanya itu bisa mengangkat. Jadi langsung diambil, kemudian langsung dipanen, langsung keluar butiran masuk ke karung,” jelasnya.
Ia mengatakan, penggunaan combine harvester juga mampu mengurangi kehilangan hasil panen dibandingkan metode panen secara manual.
Baca Juga: Hadapi Kemarau 2026, DPKP Kalsel Ungkap Strategi Jaga Lahan Pertanian Tetap Produktif
Baca Juga: Seorang Petani Ditemukan Meninggal di Area Persawahan Tabalong, Polisi Lakukan Pemeriksaan
“Kalau kita tanam manual, baik kita pakai arit, berarti kan kita dua kali loss kehilangan padinya, itu sekitar 10 sampai 20 persen. Tetapi kalau menggunakan combine, itu 2 sampai 4 persen. Jadi lebih kecil dan lebih hemat,” ungkapnya.
Selain mengurangi kehilangan hasil panen, penggunaan combine harvester juga membuat proses panen menjadi lebih efisien, sehingga petani dapat menghemat waktu.
Syamsir menambahkan, unit combine harvester telah tersedia di seluruh kabupaten di Kalimantan Selatan, dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani.
“Jadi misalkan panennya 20 hektare, jangan pinjamnya enam bulan. Nah, itu namanya mau memiliki,” ucapnya.
Menurutnya, combine harvester tidak dihibahkan, tapi agar dapat dimanfaatkan secara bergantian oleh kelompok tani di berbagai daerah.
“Jadi kita pinjamkan sebentar, nanti gantian lagi pada lokasi-lokasi yang lain, kelompok-kelompok yang lain,” pungkasnya. (wartabanjar.com/Ikhsan)