Hadapi Kemarau 2026, DPKP Kalsel Ungkap Strategi Jaga Lahan Pertanian Tetap Produktif
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan kering di Kalimantan Selatan pada 2026.
Oleh karena itu, Pemerintah Kalimantan Selatan menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, Syamsir Rahman mengatakan, salah satu langkah yang disiapkan ialah pompanisasi.
”Kita siapkan pompanisasi. Pompanisasi sudah ada di masing-masing kelompok-kelompok tani, mereka sudah biasa itu,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Selain pompanisasi, petani juga memanfaatkan sumur bor sebagai sumber air untuk mengairi lahan selama musim kemarau.
”Kalau kita memanfaatkan air di daerah Hulu Sungai contohnya, airnya juga sedang asam. Jadi, kita pakai untuk mengaliri itu adalah sumur-sumur bor atau pantek yang sudah dibuat,” katanya.
Syamsir menyebutkan, sumur bor tersebut dirawat para petani agar tetap bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.
”Dan itu memang dijaga dan dipelihara oleh para petani semua. Jadi, semuanya berjalan dengan baik,” jelasnya.
BACA JUGA: Dinas Pertanian Kalsel Gelar Panen Perdana Cabai Rawit yang Ditanam Menggunakan Pupuk Batubara
BACA JUGA: El Nino Ancam Sektor Pertanian, Titiek Soeharto Ingatkan Peran Kalsel sebagai Penyangga Pangan
Selain menjaga ketersediaan air, petani juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
”Mereka tidak boleh membakar ketika membuka lahan, tetapi menggunakan alat. Kalaupun ada yang mereka bakar, itu harus dijaga per kelompok,” ungkap Syamsir.
Ia menambahkan, pengawasan juga dilakukan di daerah yang masih menerapkan pola perladangan berpindah.
”Ada daerah tertentu misalnya di pegunungan, itu harus diedukasi, dikawal oleh kelompok tani, kemudian kehutanan, perkebunan, jangan sampai terbakar semuanya,” tutupnya. (wartabanjar.com/IKhsan)
Editor: Yayu