DPRD HST Desak PLN Tuntaskan Pemadaman Listrik Sebelum Maulid Nabi Muhammad 25 Agustus 2026
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Keluhan masyarakat terhadap pemadaman listrik bergilir menjadi perhatian DPRD Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).
Saat menerima kunjungan manajemen PT PLN (Persero) UP3 Barabai, Selasa (28/7/2026), DPRD meminta agar gangguan pasokan listrik dapat dituntaskan sebelum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang tahun ini bertepatan pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Permintaan itu disampaikan langsung Ketua DPRD HST, H. Pahrijani, dalam audiensi yang juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan Manager PLN UP3 Barabai yang baru, Izbet Alighorky.
Menurut Pahrijani, listrik telah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat.
Karena itu, setiap gangguan pasokan tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap dunia usaha, pelayanan publik, hingga kegiatan keagamaan.
“Kami berharap proses pemeliharaan jaringan maupun perbaikan teknis bisa dipercepat sehingga persoalan pemadaman bergilir dapat diselesaikan sebelum perayaan Maulid Nabi,” ujarnya.
Ia mengatakan aspirasi masyarakat terkait pemadaman listrik terus disampaikan kepada DPRD dalam beberapa waktu terakhir.
Karena itu, pihaknya meminta PLN memberikan kepastian mengenai langkah-langkah pemulihan sistem kelistrikan.
Audiensi tersebut turut dihadiri Ketua Komisi II DPRD HST, H. Dudi Hermawan, anggota DPRD Rislansyah, serta jajaran manajemen PLN UP3 Barabai.
BACA JUGA: 5.000 Ayam Mati Saat Listrik Padam di HST Dikubur Massal, Peternak Rugi Rp250 Juta
Manager PLN UP3 Barabai, Izbet Alighorky, menyampaikan apresiasi atas kesempatan berdialog dengan DPRD HST.
Ia mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat sinergi antara PLN dan pemerintah daerah.
Izbet menjelaskan, berdasarkan penjelasan General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, pemadaman bergilir dipicu gangguan teknis pada sejumlah pembangkit yang terhubung dalam Sistem Interkoneksi Kalimantan.
Gangguan tersebut terjadi setelah generator di PLTU Asam-Asam mengalami kerusakan.
Selain itu, dua unit pembangkit milik Independent Power Producer (IPP) juga mengalami kebocoran pada pipa boiler dan turbin sehingga kemampuan pasok daya ke sistem menurun.