PLN Barabai Buka Suara soal Kasus 5.000 Ayam Mati di HST, Kompensasi Mengacu Aturan ESDM
Ukuran Huruf:
Peristiwa tersebut terjadi saat berlangsung pemadaman listrik yang berlangsung lebih dari lima jam.
Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah desa, generator cadangan di kandang mengalami gangguan, sehingga kipas blower tidak dapat beroperasi dan menyebabkan suhu di dalam kandang meningkat.
Dari sekitar 8.000 ekor ayam yang dipelihara, lebih dari 5.000 ekor dilaporkan mati. Nilai kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta.
PLN menyatakan proses pendalaman masih berlangsung, dan hasil pertemuan dengan pemilik kandang akan menjadi bagian dari bahan evaluasi, untuk menentukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. (wartabanjar.com/Adew)