Pirlo Tersandung Status Duta Situs Judi Rusia, Nama Conte atau Mancini Muncul Sebagai Calon Pelatih Timnas Italia
“Demi menghormati lembaga, federasi, dan semua pihak yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam hingga saat ini. Namun, setelah mengetahui tadi malam bahwa saya bukan lagi kandidat untuk posisi pelatih kepala timnas Italia, saya merasa perlu untuk mengklarifikasi beberapa poin,” tulis Pirlo.
Dalam pernyataannya, Pirlo menegaskan bahwa kolaborasi dengan situs judi Rusia murni merupakan kerja sama profesional, selama dirinya bekerja di Uni Emirat Arab. Ia membantah adanya kepentingan politik di balik hubungan tersebut.
Pirlo mengaku kecewa karena pembahasan mengenai pencalonannya berubah menjadi polemik yang melampaui aspek sepak bola.
Menurutnya, keputusan yang semula didasarkan pada pertimbangan olahraga justru berkembang menjadi perdebatan publik.
“Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan mengenai nama saya, dan kemungkinan saya mengambil peran sebagai pelatih kepala timnas Italia," kata Pirlo.
"Sangat disayangkan bahwa keputusan yang didasarkan pada alasan olahraga dengan cepat diseret ke dalam debat publik, yang akhirnya mengaitkan motif dan niat kepada nama yang tidak pernah ada. Kecintaan saya pada Italia tidak bergantung pada pekerjaan. Itu adalah bagian dari sejarah saya, identitas saya, dan akan terus menemani saya, selalu," tegas Pirlo.
Kegagalan opsi Pirlo memaksa tim manajemen FIGC bergeser lebih jauh ke daftar incaran berikutnya, yakni ‘Rencana D’.
Skenario ini membuka peluang kembalinya mantan pelatih Italia, seperti Antonio Conte atau Roberto Mancini.
Di antara kedua nama tersebut, Mancini disebut-sebut lebih berhasrat untuk kembali, dan nilainya relatif lebih terjangkau secara finansial di banding Conte.
Meski begitu, status mereka sebagai eks juru taktik timnas, membuat keduanya diprediksi kurang senang lantaran ditaruh di belakang Pirlo dalam urutan prioritas. (Wartabanjar.com)