Pemadaman Listrik di Kalsel, Pengamat Kebijakan Publik ULM: "Kepercayaan Makin Terkikis"
Langkah ini, terang Erma Ariyani, setidaknya dapat mengurangi dampak sosial sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat.
"Di samping juga kunci penyelesaian utamanya dengan membangun tata kelola kelistrikan yang lebih andal melalui penguatan infrstruktur, evaluasi menyeluruh terhadap sistem saat ini dan koordinasi yang efektif antara PLN, pemda dan pemerintah pusat sehingga gangguan serupa tidak terus berulang di kemudian hari," terangnya.
Sementara itu, pantauan Wartabanjar.com, salah satu titik lokasi terdampak listrik padam PLN yaitu Pemurus Dalam, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.
Di wilayah ini, warga mengaku beberapa hari terakhir kerap terdampak listrik padam PLN.
Salah seorang warga di Jalan Sepakat, RT 34, Lilis terpaksa memakai lampu sumbu minyak tanah sebagai penerangan di rumahnya saat listrik padam di malam hari.
Sementara itu, seorang warga Pemurus Dalam lainnya, Lisa membeberkan akibat mati listrik PLN, anaknya yang duduk di kelas 3 SD tidak bisa belajar dengan nyaman.
"Anak kelas tiga SD. Malam susah belajar. Mati dari sore sampai malam jam sebelas," kata Lisa.
Tidak hanya di Pemurus Dalam, salah satu wilayah terdampak mati lampu PLN yaitu di Sungai Bilu, Jalan Keramat Raya, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalsel Minggu (26/7/2026) malam.
Sejumlah tempat usaha warga di situ tampak gelap gulita. Para pemilik / penjualnya terpaksa memakai lampu santer HP ketika melayani para pembeli. (wartabanjar.com/Yohanes).
Editor Restu