WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- BMKG merilis data wilayah di Kalimantan Selatan yang terdeteksi ada hot spot atau titik apinya, Sabtu (25/7/2026).

Berdasarkan data dari BRIN, hot spot tersebut berada di level medium atau sedang, tersebar dari wilayah Banua Anam hingga Kabupaten Banjar dan Kabupaten Kotabaru.

BMKG menyebut pendeteksian hotspot (titik api) menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA) yang dapat memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan.

Satelit ini akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan sekitarnya.

"Observasi ini dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit," sebut BMKG lagi.

Pada daerah yang tertutup awan atau blank zone, maka hotspot di wilayah tersebut tidak dapat terdeteksi.

Cara Mencegah Kebakaran di Musim Kemarau/Karhutla

Diketahui, kebakaran di Kalimantan Selatan semakin sering terjadi seiring dengan masuknya musim kemarau.

Suhu tinggi dan udara kering mempercepat penguapan air pada tanaman, membuat ilalang, rumput, dan sampah menjadi sangat mudah tersulut api.

BACA JUGA: Damkar Batola Sebut Kebakaran di Desa Sungai Seluang Ditengarai karena Korsleting Listrik

BACA JUGA: UPDATE Kebakaran di Desa Sungai Seluang Batola, 3 Rumah Warga Luluhlantak Dilalap Api

Pemicu kecil seperti puntung rokok atau gesekan material dapat langsung membesar di tengah cuaca panas.

Minimnya curah hujan juga memperparah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Cara Mencegah Kebakaran

  • Jangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar di pekarangan.
  • Hindari membuang puntung rokok sembarangan di area rumput atau ilalang kering.
  • Periksa instalasi listrik secara berkala untuk menghindari korsleting akibat beban atau suhu panas.
  • Sediakan air atau alat pemadam ringan di sekitar rumah sebagai langkah siaga. (Wartabanjar.com/ahmad raihan)

Editor: Yayu