Akan tetapi, dia menyayangkan narasi atau konten yang dibuat Babeh Aldo kemudian bergeser ke privasi bahkan keluarganya.

“Ulun sadar dan memang benar ulun salah masalah flexing, jadi ulun meminta maaf dan tidak mengulangi. Namun berikutnya ulun dituduh operasi plastik ke luar negeri, sampai masuk ke pribadi anak tiri dan keluarga. Ini bukan lagi masalah kritikan pekerjaan atau flexing, tapi sudah ranah pribadi,” katanya.

Menurut Rizky, sebelum melapor ke polisi, dirinya pernah bertemu Babeh Aldo di Banjarmasin.

Ia meminta konten-konten yang menyerang keluarganya dihapus.

Termasuk pula, adanya foto orang lain yang disebut dirinya saat membesuk keluarga di Lapas Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Namun, pertemuan itu tidak membuahkan kesepakatan, sehingga akhirnya Rizky memutuskan melapor ke polisi.

​Sebelumnya, Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid membenarkan Babeh Aldo telah berstatus tersangka dan menjalani penahanan.

Ia menegaskan penahanan dilakukan semata untuk memperlancar proses penyidikan.

​"Untuk sementara dibenarkan bahwa BA (Babeh Aldo) telah ditetapkan sebagai tersangka. Kami berharap rekan-rekan media bersabar karena perkara ini masih dalam proses penyidikan," ujar Nur Khamid, Kamis (23/7/2026).

Babeh Aldo kerap mengunggah konten di akun media sosial miliknya terkait pengelolaan PDAM Balangan.

Melalui konten tersebut, ia juga menyoal proses pengangkatan Arie Widodo sebagai Direktur PDAM Balangan.

Juga, transparansi penggunaan dana penyertaan modal serta kualitas pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat.

Selain menyentil PDAM Balangan, Babeh Aldo juga mengunggah konten yang menyoroti gaya hidup Rizky Amalia.

Unggahan-unggahan itulah yang kemudian menjadi dasar pelaporan hingga berujung ditahannnya Babeh Aldo oleh penyidik Polda Kalsel. (wartabanjar.com)