Belum 2 Bulan Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pilih Mundur dan Langsung ke Luar Negeri
"Empat belas tahun ikut beliau, saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan menjaga kesehatan mereka," tulisnya.
Meski belum genap 2 bulan menjabat, Nanik mengaku telah meletakkan fondasi reformasi tata kelola BGN.
Ia menyebut baru saja mengganti lima pejabat eselon I yang berasal dari lima kementerian dan lembaga, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, BPKP, dan Kejaksaan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar BGN diisi oleh orang-orang yang profesional sesuai bidangnya.
Selain itu, BGN juga telah membentuk 11 tim reformasi untuk membenahi pelaksanaan MBG, mulai dari evaluasi ketepatan sasaran lebih dari 62 juta penerima manfaat, penataan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaksanaan MBG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), hingga efisiensi anggaran. (wartabanjar/sud)