Sementara itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih mengandalkan pengadaan koleksi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Saat ini perpustakaan daerah HST memiliki sekitar 25 ribu eksemplar buku yang terdiri atas lebih dari 13 ribu judul, dan telah terdaftar dalam aplikasi Integrated Library System (INLIS).

Koleksi tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari agama, psikologi, pendidikan, sosial, ekonomi hingga novel, dengan kategori bacaan anak, remaja, dan umum.

Meski koleksi perpustakaan daerah terus bertambah, Rino berharap program bantuan buku dari Perpusnas dapat kembali dilaksanakan pada tahun mendatang, agar pengembangan perpustakaan desa tidak terhenti.

"Mudah-mudahan tahun depan program ini bisa kembali berjalan, karena manfaatnya sangat besar bagi perpustakaan desa, yang belum memiliki kemampuan untuk menambah koleksi secara mandiri,"pungkasnya.

Harapan tersebut sejalan dengan kebijakan yang diambil Perpustakaan Nasional pada tahun ini.

Sebelumnya, wartabanjar.com memberitakan Perpusnas menghentikan program bantuan buku bermutu ke berbagai daerah akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Penghentian itu membuat distribusi sekitar 1.000 eksemplar buku beserta rak kepada perpustakaan desa, perpustakaan khusus, taman bacaan masyarakat, lembaga pemasyarakatan hingga puskesmas tidak dapat dilaksanakan pada 2026.

Kepala Perpusnas E Aminudin Azis menyebutkan, keterbatasan anggaran menyebabkan sejumlah program literasi nasional terpaksa dihentikan sementara. (wartabanjar.com/Adew)