Ruben Amorim Akui Bersalah, Minta Maaf kepada Suporter Manchester United
WARTABANJAR.COM - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, akhirnya angkat bicara untuk pertama kalinya sejak dipecat Manchester United pada Januari 2026 lalu.
Pelatih asal Portugal itu menyampaikan permintaan maaf kepada suporter Setan Merah, karena tidak sempat memberikan pesan setelah meninggalkan Old Trafford.
Meski begitu, Amorim menegaskan dirinya tetap bangga pernah menjadi pelatih MU.
Sejak berpisah dengan Setan Merah, Amorim memilih bungkam dan tidak mengeluarkan pernyataan apa pun, termasuk melalui media sosial, mengenai 14 bulan masa kepelatihannya di Old Trafford.
Kini, pelatih berusia 41 tahun tersebut memulai petualangan baru, setelah menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama AC Milan.
Dilansir dari BBC Sport, Amorim diperkenalkan secara resmi oleh raksasa Serie A itu pada Rabu (08/07/2026) waktu setempat.
Dalam konferensi pers yang berlangsung sekitar 35 menit, pertanyaan mengenai pengalamannya bersama MU baru muncul pada sesi terakhir.
Sebelumnya, mantan pelatih Sporting tersebut telah mengakui melakukan sejumlah kesalahan selama menangani MU. Ia juga mengatakan pengalaman itu membuatnya makin termotivasi untuk meraih kesuksesan.
Baca Juga: Ruben Amorim Pastikan Luka Modric Akan Tetap di AC Milan
Baca Juga: Inter Milan Dapatkan Kiper Baru Pengganti Yann Sommer
Saat diminta menjelaskan kesalahan yang dimaksud, Amorim memilih memberikan jawaban secara umum sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada pendukung Setan Merah.
"Sulit menjelaskan kesalahan yang saya buat, karena saya harus menjelaskan seluruh konteks dari petualangan terakhir saya," kata Amorim.
"Satu-satunya yang bisa saya katakan adalah, saya belajar banyak dan saya memang membuat beberapa kesalahan."
"Saya tidak memiliki kesempatan, dan saya minta maaf untuk itu, berpamitan kepada para suporter Manchester United. Namun, saya benar-benar bangga pernah menjadi pelatih mereka selama satu tahun," ucapnya.
"Sekarang ini adalah cerita yang berbeda. Ada banyak hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik pada pengalaman terakhir saya. Namun, terkadang memang seperti itu. Anda harus belajar untuk mencapai level yang berbeda. Begitulah cara saya memandangnya."