Hamdani, salah seorang warga lansia asal RT 06 RW 03 Kelurahan Saranghalang, membeberkan secara blak-blakan nilai kebermanfaatan ruang belajar bulanan ini bagi psikologis para pensiunan.

​​"Oh, itu kegiatan positif. Memang kita orang tua ini, karena kerja sudah dipensiunkan, otomatis kegiatan jadi berkurang. Kalau kita tidak ada umpat (ikut) kegiatan seperti ini, apalagi yang tidak bisa berkebun, tentu akan lebih banyak berdiam diri di rumah saja," ungkap Hamdani secara terbuka.

​Hamdani menceritakan bahwa lewat program ini, para lansia juga dapat merajut kembali tali silaturahmi yang sempat renggang, bahkan bertemu dengan rekan-rekan semasa sekolah dahulu untuk saling menguatkan dan menjadi panutan yang baik bagi generasi penerus di lingkungannya.

​"Jadi mumpung ada kegiatan ini, pertama ya kita bisa banyak silaturahmi. Walaupun ada juga kawan-kawan sekolah bahari (dulu) angkatan tahun '85 yang mengadakan silaturahmi tiap dua bulan sekali secara berpindah-pindah tempat, dengan adanya kegiatan ini alhamdulillah bisa sebulan sekali," ujar Hamdani.

​Hamdani menambahkan bahwa momentum Sekolah Lansia ini sekaligus menjadi ruang terbuka untuk mempererat kembali hubungan antartetangga yang mungkin jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

​"Yang jelas, kita bisa bersilaturahmi sesama warga Sarang Halang, walaupun baru sebagian. Ya, mudah-mudahan acara ini dapat terus berlanjut, dan mudah-mudahan kami sehat selalu agar kai - kai (kakek-kakek) ini bisa menjadi contoh teladan untuk anak cucu," pungkasnya menutup sesi wawancara. (Wartabanjar.com/Gazali)

Editor: Yayu